Select Page
O1119802_Putra DJP CURUP_small

 

Bagaimana Anda menangani pekerjaan di masa harus bekerja dari rumah ini? Masih produktif atau sudah banyak “terganggu”?


Pekan ini, sebagian tim Kami mulai bekerja dari rumah. Mengubah rutinitas bekerja dari kantor dan dari rumah tidak mudah. Bagaimana cerita bekerja dari rumah versi Anda?


Bekerja dari rumah membutuhkan kerja sama dengan penghuni rumah lainnya. Agar tidak terjadi, di tengah rapat jarak jauh ada suara ibu memanggil minta tolong agar jemuran diangkat bahkan mengingatkan untuk mandi. Belum lagi kalau sudah berkeluarga dan ada anak yang sekolahnya juga sedang dipindahkan ke rumah masing-masing.
Banyak sekali distraksi.


Selain itu, dari dalam diri juga perlu ada komitmen lebih untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk tetap jadi produktif meskipun bekerja dari rumah?


1. Tetap bangun pagi
Ingat, kita bukan sedang liburan. Jadi tetap bangun pagi, lakukan rutinitas sebagaimana hari kerja biasa. Pagi ini saya masih memasak sepagi biasanya, seakan memasak untuk bekal ke kantor. Termasuk mandi pagi. 


2. Dress up
Membangun suasana hati yang enak untuk bekerja bisa dimulai dengan mengganti piyama dengan baju rumah yang lain yang nyaman. Atau bahkan jika kamu ingin tetap berpakaian rapi seperti setiap kali mau pergi kantor pun tak masalah. Tak lupa tetap pakai skincare dan sedikit make up mungkin bisa membuat suasana hatimu lebih siap untuk bekerja meskipun dari rumah.


3. Bangun suasana kerja
Bangun dari kasur. Tetap di kasur hanya akan membuatmu merasa malas dan serasa liburan. Sebisa mungkin, duduk tegak di kursi dan menghadap ke meja. Jika suasana kerja berarti meja yang bersih, secangkir kopi pada pukul 10.00, lakukan. 


4. Bagaimana jika anak juga di rumah?
Bersamaan dengan sebagian karyawan yang bekerja dari rumah, anak-anak juga libur dari sekolah. Cerita beberapa rekan kerja yang sudah berkeluarga, katanya susah banget kerja dari rumah. Anak yang biasanya ditinggal kerja seharian, ketika melihat kedua orang tuanya ada di rumah jadi tidak mau lepas. Mulai dari mengajak main, hingga harus menjadi guru dadakan. 
Di kondisi ini, bisa minta pasangan untuk bergantian menjaga buah hati. Atau jika memiliki support system yang lain seperti pengasuh, atau kakek-nenek juga bisa minta tolong ketika perlu fokus.


Tetap sediakan aktivitas dengan buku dan mainan untuk mereka. Ketika mereka sibuk tentu sebagai orang tua, itulah saat yang tepat untuk bekerja. Kalau bisa, biarkan mereka kelelahan hingga butuh tidur siang.
Jangan lupa, berikan pengertian mengapa ayah, ibu dan ananda berada di rumah bersama-sama saat ini. Tentunya dengan bahasa yang mudah mereka pahami. Agar anak-anak juga memiliki kewaspadaan dan bisa menjaga dirinya.


5. Tetap sehat
Serepot apa pun, sempatkan memasak makanan sehat yang sederhana. Di masa seperti sekarang inilah, kita sangat memerlukan imun tubuh. Sayur dan buah jangan sampai absen dari menu harian kita. Selain itu, kurangi juga makanan tidak sehat.


6. Jangan lupa, cek kesehatan mentalmu
Bekerja di rumah, keluar rumah dibatasi dan tidak boleh berkumpul bisa jadi sulit bagi sebagian orang. Merasa terkurung, terisolasi hingga kesepian mungkin kita rasakan. Tetap terhubung dengan teman-teman melalui panggilan video bisa menjadi solusi. Mumpung banyak waktu bersama keluarga, manfaatkan baik-baik untuk ngobrol atau melakukan kegiatan bersama.

Bisa bekerja dari rumah adalah privilese, mari gunakan untuk membantu mereka yang tidak mendapatkan hak istimewa yang sama. Setidaknya, dengan tetap #dirumahaja.

Jika Anda membutuhkan vendor souvenir dan seminar kit berpengalaman. Anda dapat memesan online melalui website disini atau langsung hubungi CS WA kami di bawah ini :

 

Butuh respon cepat? chat sekarang!